AC Tidak Dingin Dapat Disebabkan Oleh Pengharum yang Berlebihan
Pemilik mobil pastinya ingin kendaraannya selalu tampil
bersih dan berbau harum. Tidak heran jika banyak pengendara yang memiliki kebiasaan
menggunakan pengharum kabin. Pengharum kabin bertujuan agar kenyamanan
berkendara dapat tercipta dan untuk menghilangkan bau-bau tidak sedap.
Nah bagi Anda yang suka menggunakan pengeharum ruangan wajib
tahu bahwa penggunaan berlebihan peharum kabin ternyata juga bisa mempengaruhi atau bahkan menurunkan
kinerja pendingin udara atau air conditioner (AC).
Sistem
kerja AC merupakan rangkaian tertutup, dimana terdapat zat yang bersirkulasi
untuk dapat menghasilkan udara dingin, zat tersebut adalah refrigerant,
biasa disebut dengan freon (HFC134a). Refrigerant akan berubah wujud
dan tekanannya pada setiap komponen AC.
Berkendaraan Mobil akan terasa nyaman, jika penyejuk udara
(AC) bekerja dengtan prima. Sudah menjadi suatu kepentingan apalagi dikota
besar seperti Jakarta kalau AC ngadat atau tak dingin, keadaan pun jadi serba
salah kaca jendela kalau dibuka, masalah kenyamanan, debu dan asap kendaraan
akan masuk, namun jika ditutup ruangan akan terasa panas dan pengap,kendala
pada AC biasanya lantaran kurang perawatan.
Sekali saja ngadat atau AC tidak terasa dingin, rasanya
walupun sudah membuka jendela mobil dan mengkipas-kipas tubuh dengan segala
macam benda belum juga dapat mengurangi udara panas yang masuk ke dalam mobil.
Salah satu akibat penggunaan pengharum ruangan yang
berlebihan adalah AC mobil menjadi tidak dingin dan menimbulkan bau tidak
sedap. Bau ini dapat membuat penghuni kabin dan pengendara menjadi tidak fokus
dan yang paling parah menyebabkan mual.
“Sering konsumen datang dan berkeluh AC tidak dingin.
Setelah ditanya, konsumen tersebut suka menggunakan pengharum ruangan secara
berlebihan. Ini yang buat AC akhirnya jadi tidak dingin,” ucap Sutikno, kepala
operasional bengkel Denso Jatiwaringin.
Sutikno menjelaskan bahwa pengharum ruangan yang mengandung
bahan kimia akan terhisap bersama udara kabin
menuju evaporator. Bahan ini mengandung
minyak dan akan tertinggal di jalur udara. Hingga akhirnya berubah menjadi kotoran.
Lama –kelamaan ini akan mengendap dan menjadi sarang kuman dan jamur. AC pun
akhirnya menjadi tidak dingin juga jadi
berbau.
Sangat
penting untuk diketahui jika AC memiliki blower yang berfungsi untuk memutar
udara, udara ‘panas’ yang dihisap blower dari kabin akan ditutup melewati
celah-celah di antara kisi-kisi evaporator yang dingin.
Menggunakan
produk yang berbahan kimia tentu saja memiliki risiko buruk dan sangat besar kemungkinannya
akan anda letakkan di grill air conditioning (AC) artinya, Anda juga harus
mempertimbangkan segala kemungkinannya. Jika anda tetap memilih ingin
menggunakannya, jangan terlalu berlebihan.
“Proses di evaporator hanya berputar saja sehingga zat yang
ikut terisap tertinggal di dalam. Ini yang buat AC tidak dingin dan jadi bau,”
ucap Sutikno.
Maka dari itu Anda lebih baik tidak menggunakan pengharum
ruangan berlebihan. Anda pun dapat menggunakan alternatif bahan – bahan yang
lebih alami seperti kopi untuk menetralkan bau pada kabin mobil Anda.
Sumber : TRIBUNNEWS.COM
AC Tidak Dingin Dapat Disebabkan Oleh Pengharum yang Berlebihan
Reviewed by DM
on
March 10, 2017
Rating:
Reviewed by DM
on
March 10, 2017
Rating:


No comments