Inspirasi Modifikasi Toyota Corolla DX (KE70) Nostalgic Race Car

Inspirasi modifikasi mobil kembali hadir dengan sebuah kendaraan Toyota yang tentu sudah tidak asing lagi di telinga para pecinta otomotif. Ya, kendaraan ini memang sudah lama tidak diproduksi namun penggemar setianya masih banyak di Indonesia. Bahkan generasi muda juga mulai tertarik dengan kendaraan ini untuk dijadikan bahan modifikasi. Toyota Corolla merupakan kendaraan yang sangat dikagumi di masa-masa produksinya. Saat ini, mobil klasik ini lebih banyak digunakan sebagai bahan modifikasi.

“Dulu balapan pakai Corolla DX, pada saat soft opening Sirkuit Sentul. Sebelumnya juga saat masih sekolah sempat latihan, waktu itu masih di Ancol,” bukanya. Untuk menghilangkan rasa rindunya, akhirnya Dimas membangun kembali Toyota Corolla DX yang ditujukan mengikuti balap touring untuk Super Retro.

Bedanya, Toyota Corolla dengan platform KE70 kali ini tidak mungkin dibuat seperti yang dulu dipakai oleh Dimas, karena perbedaan waktu maupun teknologi sekarang ini. Makanya pria yang sudah cukup berumur ini memilih mesin berkode 3S-GE Beams.

“Dulu pakai 18R-G, sama 2.000 cc juga tapi mesin itu jauh lebih jadul,” jelasnya. Saat kami tanyakan kenapa tidak pakai mesin 4A-GE ke Corolla DX-nya, Dimas memberikan alasan yang cukup kuat. “Takutnya 1.600 cc nanti naik ke 2.000 cc juga. Makanya lebih baik langsung ke 2.000 cc saja,” akunya.

3S-GE Beams merupakan mesin hasil kerjasama antara Toyota dan pabrikan lain dan dipakai di beberapa mobil Toyota, salah satunya Toyota Altezza. Mesin di Corolla DX ini pun telah di-upgrade. Sebut saja piston untuk kompresi tinggi, camshaft, hingga klepnya.

Mesin 3S-GE Beams yang dari pabriknya dilahirkan bersistem injeksi, namun saat ini justru menggunakan karburator, yaitu Weber DCOE 50 Sidedraft. “Ya dulunya ikut balap Retro 2000 Max yang regulasinya mengharuskan karburator,” akunya. Wew, jadi 3S-G yah gan?

Tenaga Corolla putih ini menjadi 270 HP on crankshaft, dikirimkan ke roda belakang melalui transmisi GETRAG 5-Speed. “Ini juga karena awalnya ikut Retro 2000 Max, tidak boleh 6 speed. Kalau 6-speed sebenarnya enak, jadi close ratio,” jelasnya lagi. Sementara rodanya mengandalkan dimensi 15×8 inci, ditunjang suspensi coilover, rem berkaliper 6-pot, dan lainnya.
Seperti biasa mobil touring car, bagian interior DX ini telah dilepaskan semua kecuali dashboard-nya. Gantinya adalah rollbar yang di-custom, jok bucket seat, setir resing, dan beragam gauges atau indikator.

Di Sirkuit Sentul tercinta, Corolla DX milik Dimas ini sanggup melahap 1 putaran dengan waktu terbaiknya 1:53 detik, diikuti rata-rata waktunya 1:54. “Masih banyak yang harus dibenahi, dari kaki-kaki, maupun sasis. Karena mobil ini ketika sedang di tikungan masih belum stabil,” jelasnya.

Namun Toyota Corolla DX-nya sudah mendapatkan total 11 piala dari balap, termasuk juara 1 di Retro 2000 Max. “Tapi untuk sekarang sudah sangat cukup dengan karburator, masih belum kepikiran pindah ke injeksi. Ini sekarang lagi dibenahi kaki-kaki dan sasis, pengennya seri depan bisa tembus ke 1:52,” tutup Dimas.



Sumber : http://www.bosmobil.com
Inspirasi Modifikasi Toyota Corolla DX (KE70) Nostalgic Race Car Inspirasi Modifikasi Toyota Corolla DX (KE70) Nostalgic Race Car Reviewed by DM on March 24, 2017 Rating: 5

No comments

Blogroll