Perhatikan Titik Aman Mobil Sebelum Terjang Banjir

Sumber Gambar : http://otomotif.liputan6.com/
Terjebak banjir adalah kondisi paling mngerikan bagi mobil karena pengemudi harus sangat hati-hati atau mobil mengalami kerusakan. Sebelum menerobos banjir, ada baiknya pengemudi mengetahui titik vital pada mobil.

Titik maksimal mobil untuk menerobos genangan air adalah ketinggian filter udara. Bila air masih belum mencapai bibir filter, maka mobil bisa digunakan menorobos banjir.

Jadi, saat musim hujan mulai tiba dan banjir ada dimana-mana, cek dimana posisi filter udara mobil. Gunakan ketinggian tersebut sebagai patokan maksimal genangan air yang bisa dilewati.

Selama ini, masyarakat menganggap knalpot adalah titik vital mobil yang bisa dijadikan patokan dalam melewati genangan air. Banyak yang menganggap air bisa masuk ke mesin melalui knalpot, ternyata anggapan tersebut salah. Air justru bisa masuk ke mesin melalui filter udara.

Jika air mencapai bibir filter udara, sebaiknya mobil tidak dipaksakan melewati genangan banjir. Dalam keadaan terpaksa, sebaiknya mobil segera dibawa ke bengkel setelah menerjang genangan banjir.

Mobil yang tidak langsung di bawa ke bengkel setelah terendam banjir bisa bermasalah dan mengalami kerusakan. Salah satu yang paling terlihat adalah timbulnya karat di bagian kolong mobil.

Jika karat dibiarkan mengendap dan tidak dibersihkan, maka komponen-komponen mobil akan rusak atau kinerjanya menurun terus.

Begitu juga dengan ban mobil, jika ban tidak dibersihkan dari lumpur serta kotoran-kotoran yang menempel selama ban digunakan untuk menerobos banjir, usia ban tak akan bertahan lama. Untuk membersihkan ban, cukup lepaskan ban lalu bersihkan sela-sela ban dari kotoran agar kotoran tidak menempel dan mengendap.

Jadi, jangan sampai mobil digunakan melibas genangan air tanpa memperhatikan bagian-bagian vitalnya dan juga cara pembersihannya!

Angin mobil juga memiliki komponen-komponen yang juga harus diperhatikan. Tempat ECU secara umum terdapat di dua tempat yaitu dalam kabin atau di ruang mesin. ECU sangat rentan berbahaya jika terkena air, terutama jika ECU terdapat di ruang mesin.

Sensor pengapian beberapa yang terdapat di  mobil injeksi ada di bagian bawah dekat transmisi. Sistem sudah dibuat untuk anti air, namun tak menutup kemungkinan pula jika  air bisa masuk melalui soket yang rusak, dikarenakan bisa menimbulkan korsleting.

Air kotor ketika banjir, akan menghanyutkan benda padat yang bisa tersangkut di kisi-kisi radiator. Kotoran yang tertempel bisa merusak dan mengurangi performa kerja radiator. Cara untuk membersihkannya pun cukup mudah, cukup dengan menyemprotkan air bersih. Namun lebih aman lagi jika dibersihkan disaat tune up.

Jika melintas di area banjir dengan ketinggian air mencapai bumper, disarankan untuk tidak menyalakan AC. Karena saat AC menyala cooling fan ikut bekerja, jika normal tanpa beban kerja relatif ringan, tapi ketika banjir dia tertahan air kerja makin berat dan bisa memperpendek usia motor fan dan cepat rusak.

Kalau saringan udara lembab terkena air lebih baik diganti, sebab  fungsi penyaringan kotoran dari udara akan hilang. Jika masuknya air ke ruang bakar mesin lewat saringan udara bisa mengakibatkan fatal, atau biasa disebut water hammer.

Pengendara juga harus memperhatikan kebocoran kabel busi. Jika kabel busi mengenai air bisa saja menimbulkan korslet.

Bahaya yang mengancam setelah melintasi banjir adalah korosi, air masuk ke bagian dalam pelindung engsel kaki-kaki mobil. Jika sisa dari banjir tersebut mongering maka akan tertinggal dan mengakibatkan suara decitan di bagian kaki-kaki mobil. Bagi pengendara disarankan langsung  mencuci hingga bagian kolong mobil.


Sumber: www.liputan6.com/otomotif
Perhatikan Titik Aman Mobil Sebelum Terjang Banjir Perhatikan Titik Aman Mobil Sebelum Terjang Banjir Reviewed by DM on September 15, 2017 Rating: 5

No comments

Blogroll